artikelislami.wordpress.com

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” [Yohanes 8:58]
Ummat Kristen menggunakan ayat ini untuk menunjukkan pre-eksistensi Yesus. Dan ketika Yesus berkata ‘Ego Eimi’ (Aku ini, akulah dia, I am, I am he), ummat Kristen yakin bahwa Yesus adalah Tuhan.
Sebenarnya banyak gaya bahasa Israel yang harus kita fahami sebelum kita bisa memahami Alkitab dengan baik. Salah satunya adalah kata ini yang dalam bahasa Yunaninya adalah ‘Ego Eimi’. Dengan berkata ‘Ego Eimi’ tidak membuat seseorang menjadi Tuhan. Banyak orang menggunakan ungkapan seperti itu dalam kebudayaan Israel. Ada lebih dari seratus ayat dalam Alkitab yang memuat ungkapan seperti ini, antara lain 2 Sam. 7:18; 2Taw. 2:6; Mzm 88:14, 119:125; Yer. 26: 14; Gal. 5:11; Ef. 3:1; Kol. 1:23.
Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. [Efesus 3:1]
Begitulah gaya bahasa orang Israel, dan Allah pun menggunakan gaya bahasa ini dalam firman-Nya kepada bangsa Israel. Gaya bahasa seperti ini juga digunakan oleh bangsa Arab. Bahkan Allah menggunakan gaya bahasa ini di dalam Al-Qur`an ketika menceritakan dialog suci antara Dia dengan Musa.

Sesungguhnya Aku ini, Akulah Allah, tidak ada Ilah yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. [QS. Tha Ha (20): 14]
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku ini tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah. [QS. Az-Zukhruf: 26]
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang berserah diri.” [QS. Fushshilat: 33]
Sesungguhnya aku ini, diutus bagimu dari-Nya sebagai pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira. [QS. Hud:2]
Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”. [QS. Al-An’am: 161]

Adapun perkataan bahwa sebelum Abraham lahir, Yesus telah ada, ini tidak bisa dijadikan dalil pre-eksistensi Yesus. Sebab pada faktanya Yesus, secara fisik, ada setelah Abraham. Dan Yesus berbicara seperti ini ketika ia berumur tigapuluhan tahun (Yohanes 8:57), sedangkan Abraham telah tiada sebelum dia lahir. Maka dalam konteks ayat ini, jelaslah bahwa eksistensi Yesus adalah dalam Ilmu Allah. Yaitu dia telah ada dalam rencana Tuhan, bukan eksis secara harfiah. Jika kita lihat ayat 56, maka kita akan faham bahwa Yesus ‘telah ada’ dalam rencana Tuhan.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita. [Yoh. 8:56]

Bagaimana Abraham telah melihat hari ketika Yesus menyampaikan firman Tuhan dan membimbing Israel ke jalan lurus, sedangkan pada saat itu Yesus belum tampil untuk menyampaikan firman Tuhan? Abraham melihatnya dalam ‘penampakan’. Tuhan telah ‘memperlihatkan’ atau mungkin sekedar memberi kabar tentang peristiwa itu. Adalah umum ketika seseorang membaca buku sejarah, kemudian dia berkata, “Saya melihat dalam paragrap ini bahwa Yesus menjalankan tugasnya sebagai utusan Tuhan.” Apakah dia melihat Yesus dengan mata-kepalanya? Tentu tidak. Ibrani 11:7,10:
“Karena iman, maka Nuh –dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan– dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; …Sebab ia (Abraham) menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”
Dengan apa Nuh dan Abraham melihat sesuatu yang ada di masa yang akan datang? Dengan iman. Dan Yesus adalah rencana Allah untuk menyelamatkan Israel. Tentu saja Abraham gembira ketika ‘melihat’ hal ini.
TUHAN berkata kepadaku: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” [Yeremia 1:4-5]
Apakah Yeremia telah eksis dari dahulu kala? Ya, tetapi dalam rencana Allah, bukan sebagai manusia.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. [Amsal 8:22-23]
Salomo (Sulaiman) bin Daud dibentuk pada zaman purbakala, bahkan dikatakan bahwa TUHAN telah menciptakannya. Akan tetapi di dalam rencana TUHAN.

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! … Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak! [Ayub 38:4,21]
Apakah Ayub telah eksis sebelum bumi diciptakan? Ya, Ayub telah eksis dalam rencana TUHAN.
Maka ayat-ayt seperti ini tidak bisa digunakan sebagai dalil pre-eksistensi Yesus. Yesus bukanlah Al-Awwal. Yesus bukan Al-Qadim (Yang Terdahulu).

(Sumber: Biblicalunitarian.com)

 

 Subscribe in a reader

Untuk berlangganan artikel via email, masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

No Responses to “YOHANES 5:58 (PRE-EKSISTENSI)”  

  1. No Comments
Posting Your Comment
Please Wait

Leave a Reply

There was an error with your comment, please try again.