Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nisaa`: 32)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seorang lelaki di antara kamu telah melihat orang yang Allah berikan kepadanya harta yang banyak dan anak-anak, maka dia hendaklah melihat kepada mereka yang lebih rendah (tidak mendapat kurniaan harta yang banyak atau anak-anak) daripadanya. (HR. Bukhari, Muslim)
Qona’ah adalah merasa puas akan apa yang Allah berikan kepada kita. Qona’ah berbeda dengan merasa cukup (ghoniy), merasa cukup adalah sikap yang timbul dari kesombongan, yaitu seseorang merasa cukup dengan dirinya sendiri dan tidak membutuhkan Allah dan yang lainnya. Hanya Allah yang pantas merasa cukup, karena Allah memang tidak membutuhkan yang selain diri-Nya. Justeru yang selain diri-Nya itulah yang membutuhkan Allah.
Qona’ah akan memunculkan rasa syukur kepada Allah. Rasa syukur akan menimbulkan amal shalih sebagai wujud kesyukuran. Qana’ah akan mudah muncul jika kita melihat ‘ke bawah’. Lihatlah mereka yang hidup di jalanan. Lihatlah anak-anak kecil berumur 3-4 tahun yang ikut mengamen bersama kakak-kakak mereka yang baru berumur 10-11 tahun di bis-bis. Bukankah mereka sebaya dengan anak, cucu, atau keponakan Anda? Lihatlah mereka yang hidup dari mengais sampah dan tinggal di daerah kumuh. Kemudian lihatlah kepada anugerah yang telah Allah berikan kepada Anda. Bukankah Anda lebih beruntung dari mereka? Belumkah hati Anda tergerak untuk bersyukur kepada-Nya? Dialah Yang Mahalembut lagi Mahapemberi.




Komentar Terakhir