artikelislami.wordpress.com

Propagandis Kristen menyombongkan diri bahwa dalam sejarah umat manusia tidak ada yang paling baik hati dan pemaaf dibandingkan Yesus, yang sewaktu disalib berkata, “Yesus berkata, ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka Iakukan’, ” (Lukas 23: 34).

Kedengarannya luar biasa, dari empat penulis resmi Kitab Injil, hanya Lukas yang diilhami oleh Roh Kudus untuk menuliskan kata-kata di atas. Ketiga penulis yang lain, Matius, Markus dan Yohanes tidak pernah mendengar kata-kata tersebut atau mereka merasa bahwa kata-kata itu tidak terlalu penting untuk dicatat. Lukas bukanlah salah satu dari dua belas murid terpilih Yesus. Berdasarkan Injil revisi dari ‘Revised Standard Version’ (RVS: versi revisi standar), kata-kata tersebut tidak ada dalam catatan asli yang berarti bahwa kata-kata tersebut merupakan tambahan yang tidak resmi.

Dalam versi King James baru (diterbit ulang oleh Thomas Nelson Publisher tahun 1984), dikatakan bahwa kata-kata itu ‘bukanlah original teks’ dari catatan Lukas. Dengan kata lain bahwa kata-kata tersebut dibuat oleh beberapa orang yang fanatik. Meskipun pernyataan itu tidak otentik, kita mengetahui bahwa itu menunjukkan keimanan seseorang dan sifat pemaaf dari pemimpinnya.

Karena sifat pemaaf merupakan sesuatu yang berharga, orang yang memaafkan harus berada dalam posisi orang yang memberi maaf. Jika korban dari ketidakadilan masih berada dalam genggaman musuhnya dan dalam posisi tersebut dia berteriak, “Saya maafkan kamu!” Itu tidak akan berarti apa-apa. Akan tetapi apabila korban ketidakadilan itu sudah terlepas dari genggaman musuh dan menang melawan musuh tersebut, dan dalam posisi tersebut ia berkata, “Ya, saya maafkan kamu”, barulah itu berarti sangat besar.

Sifat Pemaaf Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Berlawanan sekali pernyataan maaf dari “Salib” dengan sejarah pertumpahan darah penaklukan kota Makkah oleh Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dihadapan sahabat-sahabatnya.

“Kota yang telah memperlakukannya dengan sangat kejam, menindas, mengutuk dirinya dan pengikutnya, berada di bawah kakinya kini. Orang-orang yang dulu menindas dan menganiaya dirinya dengan tanpa belas kasihan sekarang berada di bawah belas kasihan beliau. Tetapi di saat kemenangannya, segala kesalahan mereka dimaafkan dan mereka dibebaskan untuk tetap tinggal di Makkah.” (Sayyid Amir Ali dalam Spirit of Islam)

Sebelum beliau membebaskan mereka untuk tetap tinggal di kota tersebut, Beliau bertanya kepada mereka “Apa yang kamu harapkan dari tanganku hari ini?” Orang-orang yang telah mengenal Beliau bahkan sejak masa kanak-kanak itu berkata, “Kemurahan hati, wahai saudara dan keponakanku!” Air mata keluar dari kedua mata Rasulullah dan Beliau berkata, “Saya akan berbuat seperti apa yang diperbuat Yusuf pada saudara-saudaranya. Kalian boleh bebas pergi!”

Dan, sekarang peristiwa seperti ini tidak ada persamaannya yang lain dalam sejarah dunia. Sekelompok demi sekelompok manusia datang dan masuk Islam. Firman Allah yang menggambarkan sifat agung Rasulullah:

“Sesungguhnya telah ada pada (din) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”

Seperti yang Lamartine katakan, “Berdasarkan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?”

Saya ulangi, kita juga bisa mengatakan sekali lagi, “Tidak! Tidak ada manusia yang lebih agung dari Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling agung yang pernah hidup!”

 

 Subscribe in a reader

Untuk berlangganan artikel via email, masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

One Response to “MUHAMMAD YANG PEMAAF”  

  1. 1 ACHMAD PRAPANCA

    MUHAMMAD ROSULULLAH ADALAH IDOLA KAMI KAUM MUSLIMIN,Khotaman nabiyin..tidak ada manusia semulia Beliau SAAW,Tidak ada Nabiy setelah Beliau SAAW, tidak setan pun yg bisa menyerupai Beliau SAAW hanya utusan Dajjallah yg mengaku Nabiy setelah Beliau SAAW..ALLAHUMA SHOLIALA MUHAMMAD..SHOLU ALAIH.

Posting Your Comment
Please Wait

Leave a Reply

There was an error with your comment, please try again.