Miftahul Jannah (Kunci Surga) adalah ‘Laa iaaha illallah’. Kunci sukses di dunia adalah ‘Laa ilaaha illallaah’. Kunci sukses di akhirat adalah ‘Laa ilaaha illallaah’.  Tiada yang pantas dipatuhi dengan sebenarnya, kecuali Allah. Tiada yang pantas ditha’ati dengan sebenarnya, kecuali Allah. Tiada hukum yang sempurna kecuali hukum Allah. Hal ini tergambar pada surah Al-‘Ashr.
Untuk sukses, manusia harus menolak segala metode, kecuali metode Allah. Jika manusia masih mencampur-adukkan metode Allah dengan metode yang lain, maka ia akan binasa (khusr). Adapun metode Allah itu adalah beriman, beramal shalih, berpesan dengan kebenaran, dan berpesan dengan keshabaran.
Apa itu iman, apa itu amal shalih, apa itu berpesan dengan kebenaran, dan apa itu berpesan dengan keshabaran? Semua itu dijelaskan dengan rinci dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits. Maka marilah kita mengkaji Al-Qur`an dan Al-Hadits.
Yaqinlah bahwa Al-Islam adalah ajaran yang sempurna. Selamatlah manusia yang mengamalkannya dengan keimanan kepada Allah; di dunia, juga di akhirat. Tidak ada alasan yang masuk aqal untuk meninggalkan ajaran ini. Hanya manusia yang mengikuti hawa nafsunya yang mengabaikan ajaran ini. Dan mereka –jika tidak mendapat rahmat Allah- di akhirat akan diabaikan.
Marilah kita berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul. Sungguh, Rasulullah telah menyuruh kita untuk memegang Al-Qur`an dengan erat melalui perkataannya, “Gigitlah Al-Qur`an dengan gigi gerahammu.†Dan bersabarlah dalam berjalan menuju Allah. Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam menuju Allah, maka Allah tunjukkan jalan-Nya yang lurus. Maka janganlah kita berputus asa. Wallahu a’lam.
ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG
Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al-Baqarah: 1-5)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah: 177)
Â
KITA ADALAH HAMBA DAN WAKIL ALLAH
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa`at bagi orang-orang yang beriman. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Q.S. Adz-Dzariyat: 55-56)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S. Al-Baqarah: 30)
Â
INGATLAH PENCIPTAANÂ KITA
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya, kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-kali tidak; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. (Q.S. ‘Abasa: 17-23)
Â
KEMANA KITA KEMBALI?
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al Fajr: 27-30)
Â




Komentar Terakhir