artikelislami.wordpress.com

Tindakan sejarah ialah perlakuan terhadap tindakan seseorang yang memiliki nilai sejarah. Tindakan sejarah itu antara lain seperti penghargaan dan pencatatan sejarah terhadap seseorang. Tindakan sejarah akan terjadi pada seseorang di suatu tempat yang tindakannya berdampak pada orang banyak. Nabi Musa, Nabi Muhammad, Firaun (Ramses II), Abu Lahab, Hitler, dan Sukarno adalah contoh orang-orang yang tindakannya telah berdampak pada orang banyak. Tindakan mereka dalam proses sejarah sangat berkaitan dengan cita-cita masyarakat.

Cita-cita masyarakat ada 3 macam, yaitu:

1. Cita-cita masyarakat yang bersifat materil.

Suatu masyarakat bercita-cita hanya sebatas materi semata disebabkan fikiran yang jumud dan atau penguasa tiran/zhalim/otoriter.
Mereka hanya berfikir tentang bagaimana untuk memenuhi kebutuhan pokok semata. Tidak peduli dengan kemajuan, kebenaran, keadilan, dan sebagainya. Sehingga mereka enggan berjuang demi nilai-nilai tersebut.

Disebabkan penjajahan dan perbudakan berkepanjangan, bani Israel telah putus asa untuk memperjuangkan nilai-nilai.
Mereka bekerja hari ini untuk makan hari ini. Bahkan banyak diantara mereka yang telah terpengaruh paham kebendaan (materialisme). Mereka seakan tak percaya lagi kepada Allah Yang Ghaib. Materialisme ini tetap tinggal di hati mereka bahkan setelah Musa membebaskan mereka dari Firaun.

Memang umumnya bangsa terjajah suka meniru gaya bahkan keyakinan penjajah. Anda tentu ingat bagaimana bangsa Indonesia pernah menganggap keren bahasa dan gaya pakaian barat yang pernah menjajah bangsanya. Menurut mereka, meniru barat merupakan suatu kemajuan.

2. Cita-cita masyarakat yang responsif terhadap situasi di atas.

Di Eropa dan Indonesia sempat mengalami sistem kerajaan dan feodalisme (berbeda dengan sistem kekhalifahan). Di Eropa, selain feodalisme, dominasi Gereja juga ikut andil dalam menciptakan kekuasaan tiran.

Gereja, yang sudah tersesat, mencampuri politik dan sains yang pada akhirnya menimbulkan pergerakan yang menentang otoritas Gereja. Lahirlah sekulerisme. Agama (Kristen) hanya boleh di tempat ibadah (Gereja). Dari pergerakan yang menentang Gereja dan feodalisme itu dibuatlah pemerintahan yang demokratis, dimana rakyatlah (manusia) yang berkuasa; juga lahirlah gerakan kebebasan rasionalisme dan HAM. Semua itu dibangun atas pertentangan terhadap agama (Kristen/Gereja) yang mereka anggap sebagai takhyul dan khurofat yang tidak rasional. (Tentu tuduhan itu tidak berlaku terhadap agama Islam yang sejalan dengan aqal sehat dan sains yang benar.) Maka dibuatlah undang-undang berdasarkan fikiran manusia (tanpa dasar wahyu yang tersurat). Halal-haram ditentukan oleh manusia; manusia menjadi thoghut. Jadi ternyata mereka malah melupakan kewajiban asasi mereka sebagai manusia yang merupakan hamba dan wakil Allah di muka bumi.

Ingatlah bahwa demokrasi itu berbeda dengan kekholifahan. Dalam demokrasi, kekuasaan ada di tangan rakyat. Sedang dalam kekhalifahan, kekuasaan di Tangan Allah.
Dalam demokrasi, presiden menjalankan hukum yang dibuat rakyat. Sedang dalam kekholifahan, kholifah menjalankan hukum Tuhan.

Presiden adalah orang yang diserahi otoritas dari manusia. Sedangkan khalifah adalah orang yang diserahi otoritas dari Tuhan. Khalifah adalah wakil Allah. Khalifah adalah pengganti Tuhan untuk membimbing dan mengurus ummat manusia.

3. Cita-cita masyarakat yang mengandung nilai-nilai Ilahiyah.

 

 Subscribe in a reader

Untuk berlangganan artikel via email, masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

2 Responses to “Cita-Cita Masyarakat”  

  1. 1 Ridhawati Azwardini

    TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
    &
    MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

    1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?,
    • Hal ini supaya kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini, yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang.
    2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ?
    • Kita bisa mencarinya melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) dan jangan membatasi diri untuk tidak mempelajari seluruha Agama atau aliran kepercayaan atau keyakinan yang ada dan berkembang saat ini.
    • Serta berdo`alah agar kita diberikan kemudahan dan petunjukdari NYA.
    3. Ada “filosofi” atau “HUKUM ALAM” yang kita harus terima, dan itu bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
    • Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll, tidak mungkin ada barang tiba-2 ada dengan sendirinya, seperti Bumi, dan Planet-2 lainnya.
    • Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia ( nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
    • Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
    • Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
    • Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW), wah kalo Tuhan punya WEB berapa yah hits/day nya ?.
    • Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
    • Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau untuk memudahkan membayangkan, bahwa Tuhan seperti Bapak baiknya (kelakuan baik dan perannya).
    • Wujud atau Tubuh Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam asumsi atau harapan kita dalam kehidupan kita.
    • Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya), sehingga tidak perlu atau membutuhkan bantuan seperti ada diantara kita yang mengaku jadi “PELAYAN TUHAN”..
    • Sifat-2 Tuhan itu tdk akan sama dengan suatu bentu atau manusia, maka Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? (Bapa yang tinggal di kerajaan syurga), jadi dimana tempat Tuhan tinggal ?, (mungkin miri Roh kita ada di bagian tubuh mana, Jantung ? Paru-2 ? atau Organ tubah yang lainnya ?.
    • Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).
    • Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya), jadi Tuhan berada diluar tubuh dan pikiran kita ? (dekat atau jauh tergantung bagaimana kita mendekatkan diri dan pikiran kepadanya.
    • Secara nalar (logical in healty thinking) setiap orang (barang siapa ?) yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA, atau dihapus dengan dengan jalan melakukan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran. Agama tertentu, bisa dilaporkan ke KPPU ? kalau di Indonesia.
    • Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layer.
    • Seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?, jadi jangan mengandalkan logika dalam mencari Tuhan, seperti Halnya mengapa kita dijadikan /dilahirkan sbg Orang Jawa, Cina, Bule, dll atau mengapa dilahirkan sbg Laki-2 atau Wanita ? (logika tidak mungkin bias menemukan jawabannya).
    • Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
    4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
    5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya, apalagi ber kata-2 (firman) langsung ?.
    6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun pasti tidak akan tahu dimana Ruh (atau ROH) itu berada dalam tubuh kita.
    7. Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenarkan atau diridhoinya., seperti Halnya pada Bumi dan isinya, Planet, dan mengatur semua di orbitnya, ada yang menciptakan dan mengaturnya tidak ? (renungkan dalam dengan hati yang bersih, kesampingkan dulu keyakian Agama kita anut).
    8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ? (sesuai dengan diberikan petunjuk olehnya ?).
    9. Setelah mempelajari secara mendalam dan penuh kehati-hatian, melalui Kitab-2 suci tiap-tiap Agama, Bagaimana Ajarannya, Diskusi dengan para pakarnya, akhir saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (petunjuknya).
    10. Dalam memahami Makna tiap-tiap, disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an cukup jelas seperti apa Tuhan itu ?.
    11. Begitu juga dalam membandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan begitu juga proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu), betul-2 isinya bukan merupakan pendapat seorang atau kata seseorang (Murid anak Tuhan).
    12. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya dari learning point ini, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

    Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
    Wassalam

    Ridhawati
    Flexi; 022 7204941
    E-mail; ridha@telkom.co.id

  2. 2 adi isa

    @Ridhawati Azwardini
    saya hanya tambahkan:
    “bukanlah hamba itu yang ingin mengenal tuhannya, tapi tuhan sendiri yang akan memperkenalkan dirinya”

Posting Your Comment
Please Wait

Leave a Reply

There was an error with your comment, please try again.