Archive for the 'Puisi' Category
Tiada yang pantas disembah kecuali Allah
Ia menciptakan pohon dan tumbuhan
Ia menciptakan lebah dan burung-burung
Ia menciptakan laut dan samudra
Sebagian dari kemurahan-Nya
Ia menjadikan kita khalifah di atas bumi
Untuk mematuhi segala keputusan-Nya
Yaa Allah kasihanilah kami,
Bersihkanlah penyakit hati kami
Dimuliakanlah Allah di dalam kewibawaan-Nya
Tiada bagi kita Tuhan selain Dia
Dialah Yang Awal sebelum keberadaan
Dialah Yang Akhir setelah keabadian
Kemutlakan-Nya di atas segala […]
Aku bukanlah siapa-siapa
Tak ada raja yang mengenalku
Tak pula rakyat jelata menghormatiku
Aku hanyalah makhluq hina
Terasing dan terbuang
Tak seorang mencintaiku
Semua manusia tak ‘ku hiraukan
Tak ada yang menghendaki diriku
Tak pula yang merinduku
Dalam kesendirian dan keterasingan ‘ku tersadar
Ada yang tengah memperhatikan
bahkan merindukanku
Dia selalu menghendaki kehadiranku
bahkan ketika aku mengabaikan keberadaannya
Dia terlalu mulya untuk ‘ku harapkan
Namun sekarang aku percaya
Dia memang merindukanku
Hanya […]
Kehadiranmu wahai kekasih
Membuatku merasakan kehadiran Tuhan
Ku lihat kasih-sayang Tuhan
dalam dirimu
Ku lihat kemurkaan Tuhan
dalam kemurkaanmu
Belum pernah aku takut
jikalau manusia berhenti menyayangiku
Namun aku takut
jika engkau berhenti menyayangiku
Semakin hari
semakin ku peduli keberadaan Tuhan
Tuhan yang dapat ku lihat
Tuhan yang hadir
dalam dirimu
present to Habib Munzir Al-Musawa
from the lover
<><><><><><><><><><>
Al-mu’min mir’atul Mu’min, al-mu’min akhul mu’min.
Al-mu’min, yaitu Nabi Muhammad adalah cermin dari Al-Mu’min, […]
Manusia …
Apakah yang telah menipu dia
Ketika ia berbuat dosa
Adakah ia mengingat Tuhannya
Jiwa …
Apakah yang menggelapkannya
Bila cahaya telah dipadamkan
Bila api telah menghanguskan
Dimanakah ruh manusia
Yang katanya makhluq termulya
Sudahkah ia meninggalkan jasadnya
Jika hanya daging dan tulang
Apa beda manusia dengan binatang
Bahkan binatang memuji Tuhannya
Lalu dimana kemulyaan manusia
Kosong …
Ketika cahaya telah pergi
Ketika hilang akal dan budi
Ketika sirna cinta dan bakti
Ketika Kalam Tuhan diremehkan
Saat perkataan setan diagungkan
Dimanakah perbedaan
Antara manusia dengan hewan
Begitu remehkah Al-Qur`an
Sehingga manusia mempelajarinya enggan
Begitu tinggikah manusia
Hingga tak perlu lagi petunjuk-Nya
Kelak mereka akan melihat
Betapa beruntung dan ni’mat
Ketika Al-Qur`an memberi syafa’at
Sungguh malang para pengangguran
Mereka menyiakan masa dalam khayalan
Hingga nyawa berada di kerongkongan
Tak guna lagi sejuta penyesalan
Tuhan…
Ni’matMu selalu turun kepadaku
Padahal dosaku selalu naik kepadaMu
Ni’matMu bagai kelembutan seorang ibu
yang membelai anaknya penuh kasih-sayang
Ketika aku malu dan ingin menahan diriku dari segala ni’matMu
Engkau malah menyodorkan segala ni’matMu padaku
Seakan Engkau berfirman:
Wahai hambaKu terimalah rizkimu yang halal
Mengenai dosa-dosamu
Sesungguhnya Aku Mahapengampun
Mengapa Engkau begitu baik padaku?
Padahal aku ingin menghukum diriku sendiri.
Apakah Engkau tidak bosan mendengar permintaan maafku?
Padahal […]
Setelah kudengar tentangmu
ingin rasanya mata ini bertemu
Kutanya mereka dimana istanamu
Kutempuh jalan mendaki berbatu
Di depan gerbang aku bersimpuh
mengharap wajahmu menatap padaku
Kudengar suara dari balik gerbang
‘pantaskah ia menatapmu’
Lalu kulihat diriku penuh luka dan debu
Rupanya aku ceroboh dalam berlaku
Kuobati luka di tubuhku
tepiskan debu dari pakaian dan jasadku
Aku kembali ke istanamu
Terbuka pintu kulihat wajahmu
kau tatap wajahku dengan senyummu
usailah sudah […]
Aneh sekali anggapan Nasrani terhadap Al-Masih
Juga sangkaan mereka kepada Allah
bahwa Dia adalah ayahnya
Mereka serahkan Al-Masih
kepada orang-orang Yahudi
Lalu mereka berkata:
Yahudi telah menyalibnya dan membunuhnya
Andaikan betul yang mereka ucapkan
cobalah tanya bagaimana sikap ayahnya
Kiranya ayahnya rela anaknya disiksa
maka ucapkanlah terimakasih kepada Yahudi
atas perbuatan mereka
Sekiranya ayahnya murka dan tidak rela
maka sembahlah orang Yahudi
yang telah mengalahkannya
Wahai bulan purnama
Cahyamu memadamkan semua mentari
Engkau petunjuk jalanku
Kuikuti cahyamu menggapai tujuanku Cahyamu menenangkan jiwa
Senyummu menguatkan raga
Kasih-sayangmu pengobat hati
Berpisah denganmu pembinasa diri Engkaulah bulan purnama penuh cahaya
Engkau menerangi alam semesta
Engkaulah hujan penyubur bumi
Engkau penumbuh tanaman penuh berkah
Wahai bulan purnama
Tetaplah bercahaya
Terangilah bumi yang dilanda gelap gulita
Dia manusia
Tetapi tak seperti manusia
Sebagaimana intan berlian adalah batu
Tetapi tak seperti batu Dia dilahirkan
Tetapi dari dia semua diciptakan Dia berjalan
Tetapi bumi merasa malu
Kala disentuh oleh kakinya yang mulia Dia begitu bercahaya
Sehingga bulan malu untuk bersinar
Pohon-pohon merunduk
Seakan malu berdiri lebih tinggi
Dihadapan sang makhluq agung
Batu pun berharap dapat menemani
Rembulan turun untuk bersalam atasnya Lahirnya membawa rahmah
Cahyanya memadamkan […]




Komentar Terakhir