Archive for the 'Mengapa Kami Memilih Islam' Category
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam […]
Seminggu menjelang Ramadan lalu, kelas the Islamic Forum nampak lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena banyak di antara muallaf itu ingin lebih mendalami puasa, baik dari segi hukum-hukum yang terkait maupun makna-makna hakikat dari puasa itu. Hampir semuanya wajah lama atau murid-murid lama, baik muallaf maupun non Muslims, yang telah mengikuti diskusi Islam di forum […]
Sabtu 9 Juni lalu, saya datang ke Islamic Cultural Center of New York lebih awal. Selain ingin melihat dari dekat jalannya Weekend School (sekolah akhir pekan), juga sekretaris menelpon kalau ada seseorang yang ingin bertanya tentang Islam. Saya minta agar dipersilahkan datang setelah Zuhur sehingga bergabung dengan the Islamic Forum for non Muslims, kelas khusus […]
Dua minggu menjelang Ramadan tahun ini, tepatnya Agustus 31 (2007), seperti biasa saya datang ke Islamic Center of New York, tapi kali ini agak telat. Selain karena memang sedang melakukan beberapa pekerjaan pribadi, juga karena di Islamic Center sekolah akhir pekan (weekend school) masih diliburkan. Jadi, saya tidak harus datang lebih awal seperti ketika masih […]
Dua minggu menjelang Ramadhan, the Islamic Forum seperti biasanya, padat dengan peserta dialog. Sebagian besar memang adalah para muallaf dan non Muslim yang sudah beberapa bulan belajar Islam. Salah satu dari non Muslim itu adalah seorang gadis, hampir saja kusangka gadis Aceh atau Bangladesh. Wajah dan postur tubuhnya nampak jauh lebih muda dari umurnya yang […]
Tahun 1922, saya meninggalkan tanah air saya, Austria, untuk melakukan perjalanan ke Afrika dan Asia, sebagai wartawan khusus untuk beberapa harian besar di Eropa. Sejak saat itu, hampir seluruh waktu saya habiskan di negeri-negeri Timur-Islam.
Hasil pengamatanku, ada perbedaan struktur masyarakat dan pandangan hidup antara mereka dengan orang-orang Eropa. Menurut saya, pandangan hidup mereka lebih manusiawi […]
Aku dibesarkan dari keluarga Katholik yang taat. Perjalananku menemukan Islam kurang lebih terjadi selama 20 tahun. Dimulai ketika umurku 12 tahun. Ketika itu masih belajar di sebuah sekolah theologi. Di situ kami diajari agama dan ketuhanan. Ada agama Kristen, Yahudi, Islam, Hindu dan Budha. Aku ingat, betapa besar kekagumanku terhadap Islam kala itu. Yang aku […]
Suatu kali aku diminta mengisi ceramah di kelas teater. Hampir saja aku pingsan, sebab kelas itu ternyata dipenuhi oleh anak-anak Arab atau sering dijuluki ‘joki unta’. Buat saya, mereka adalah makhluq kotor yang menjijikan. Maka cepat saja aku mendorong pintu dan memutuskan pulang. Sampai di rumah, suamiku malah menyuruhku balik lagi.
Maka aku sampaikan kepada mereka, […]




Komentar Terakhir