Archive for October 8th, 2006
Pada musim hajji berikutnya, sebagaimana yang telah dijanjikan, mereka bertemu lagi dengan Rasulullah saaw di ‘Aqabah. Di tempat itulah mereka menyatakan bai’at (janji setia) kepada beliau. Mereka yang berbai’at dari suku Khazraj ada 10 orang, yaitu As’ad bin Zararah, Auf bin Al-Harits, Mu’adz bin Al-Harits, Rafi’ bin Malik bin ‘Amr, Dzarwan bin Abdi Qais, Ubadah […]
Rasulullah tersenyum dan menjawab, “Darahku adalah darah kalian. Dan darah kalian adalah darahku. Aku dari kalian, dan kalian dariku. Akan kuperangi orang yang kalian perangi. Dan aku akan berdamai dengan orang yang kalian ajak berdamai.â€
Pada musim hajji berikutnya, serombongan kaum muslimin Yatsrib pergi ke Makkah. Di tengah perjalanan, ketika masuk waktu shalat, seorang diantara mereka, […]
Rasulullah dan para shahabat di Makkah berencana untuk hijrah ke Yatsrib. Akan tetapi Rasulullah tidak berani untuk mengambil keputusan sebelum memperoleh perintah dari Allah. Maka turunlah ayat 97 dari surat An-Nisa` yang menjelaskan tentang bolehnya berhijrah.
Maka para shahabat pun berhijrah ke Yatsrib. Mereka berhijrah secara diam-diam agar tidak diketahui kafir Quraisy.
Mengetahui akan hal ini, kafir […]
Nabi tiba di Yatsrib pada bulan Rabi’ul Awwal bersama Abu Bakar dan Ali. Di tengah perjalanan, Nabi tinggal di Kuba selama beberapa hari untuk menunggu Ali bin Abi Thalib.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a katanya: Ketika Rasulullah saw datang ke Yatsrib, baginda singgah di kawasan yang agak tinggi di kota itu, yaitu sebuah tempat yang […]
Pada tahun 2 Hijriyah setelah 16 bulan Nabi tiba di Madinah terjadilah peristiwa penting, yaitu arah qiblat yang tadinya ke Baitul Maqdis di Yerusalem, berubah ke Ka’bah di Makkah.
Perang Badar terjadi pada tahun 2 Hijriah. Pasukan Makkah yang berkekuatan seribu orang dengan senjata lengkap, bergerak menuju Madinatun Nabi untuk menghancurkan masyarakat muslim Madinah.
Dari Anas bin Malik ra katanya: Rasulullah saaw pernah bersabda, “Sesungguhnya Bukit Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita juga memang mencintainya.†[HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi]
Pasukan sekutu berjumlah 10 ribu orang yang terdiri dari berbagai suku mempersiapkan diri mereka untuk menyerang Madinah.
Setelah pihak Quraisy berkali-kali melakukan pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah saaw memberikan ultimatum: tetap mentaati perjanjian, atau menyatakan gencatan senjata itu batal (tidak berlaku lagi). Orang Makkah mengambil pilihan kedua, yaitu membatalkan perjanjian Hudaibiyah.




Komentar Terakhir